


|
Mikrobiologi TerapanMikrobiologi Tanah
|
|
.
|
|
|
|
Akademi
Farmasi Pemda Jambi 2011/2012
|
|
|
|
Dzalika Tanzila
|
|
5/1/2012
|
|
|
KATA
PENGANTAR
Assalam
mualiakum Wr. Wb.
Puji syukur kehadirat Allah SWT. Karena dengan rahmat dan
karunia-Nyalah sehingga penyusunan makalah yang berjudul “Mikrobiologi Tanah.”
Ini telah dapat diselesaikan.
Makalah ini merupakan salah satu tugas pada mata kuliah
Mokrobiologi guna mendapatkan nilai yang baik di mata kuliah Mikrobiologi di
Akademi Farmasi Jambi Semester II Tahun Akademik 2011-2012.
Selesainya penyusunan ini berkat bantuan dari berbagai
pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami sampaikan terima kasih dan
penghargaan setinggi-tingginya kepada :
1. Yang
terhormat Ibu dosen mata kuliah Mikrobiologi ibu Salma
2. Yang
terhormat Bapak dan Ibu dosen Pembimbing Akademik kami di Akademi Farmasi
Jambi.
3. Serta
teman-teman yang telah memberikan motivasi kepada kami.
Semoga Allah SWT. Memberikan
balasan atas kebaikan yang telah diberikan kepada kami.
Kami menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh
karena itu, kritik dan saran yang sifatnya konstruktif sangat kami harapkan.
Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak
yang berkompeten. Amin
Wassalam mualaikum Wr.Wb.
Jambi,
Tim
Penulis
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I Pendahuluan
I.I Latar Belakang
I.2 Rumusan Masalah
I.3 Tujuan Penulisan Makalah
I.4 Manfaat penulisan
masalah
BAB II Pembahasan
II.1 Mikroorganisme Tanah
II.2 Ekosistem Tanah
II.3 Jenis-Jenis Mokroorganisme Tanah
II.4 Peranan Organisme Tanah
BAB III Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
Pendahuluan
Pendahuluan
1. Latar Belakang
Banyak
orang menghubungkan
bakteri dengan penyakit atau kerusakan bahan makanan dan mengira bahwa
mikroorganisme sebagai jasad harus dihindari dan dikendalikan karna dapat
merugikan mereka. Sebenarnya mikroorganisma yang merugikan hanya beberapa saja
dari keseluruhannya, karena ternyata banyak mikroorganisme yang berperan
penting dalam kehidupan dibumi.
Di tanah terdapat milyaran mikrobia misalnya
bakteri, fungi, alga, protozoa, dan virus. Tanah merupakan lingkungan hidup
yang amat kompleks. Kotoran dan jasad hewan serta jaringan tumbuhan akan
terkubur dalam tanah. Semuanya memberi konstribusi dalam menyuburkan tanah.
Proses penyuburan tanah ini dibantu oleh mikrobia. Tanpa mikrobia, semua jasad
tidak akan hancur. mikrobia tanah mampu menyeimbangkan kelangsungan hidup di
bumi. Jumlah dan jenis mikrobia dalam tanah bergantung pada jumlah dan jenis,
kelembaban, tingkat aerasi, suhu, pH, dan pengolahan dapat menambah jumlah
mikrobia tanah.
2. Rumusan
masalah
a. Apa itu mikroorganisme tanah?
b. Apa yang dimaksud dengan ekosistem
tanah?
c. Apa saja jenis-jenis organisme tanah?
d. Apa saja peranan orgamisme tanah?
3. Tujuan
penulisan Makalah
a. Mengetahui tentang Mikroorganisme
tanah
b. Mengetahu ekosistem Mikroorganisme
tanah
c. Mengetahui jenis-jenis Mikroorganisme tanah
d. Mengetahui Peranan organism tanah.
4. Manfaat
penulisan makalah
a. Untuk mengateahui mikroorganisme tanah
b. Mengetahui tentang ekosistem tanah
c. Mengetahui jenis-jenis mikroorganisme
tanah
a. Mengetahui peranan mikroorganisme
tanah
BABA
II
Pembahasan
Pembahasan
II.1. Mikroorganisme tanah
Tanah merupakan suatu campuran bahan-bahan organik yang padat, misalnya:
batu-batuan , mineral, air ,uadara dan jsad hidup beserta produk dari haisil
pembusukan
Tanah yang
subur mengandung sejumlah binatang-binatang molai dari bentuk mikroskopis,
nematoda, serangga, sampai hewan mamalia seperti tikus. Didalam tanah juga terjadi
interaksi antara tumbuhan dan mikroba yang dapat merugikan atau menguntungkan tumbuhan. Beberapa
mikroorganisme tanah bersifat patogenik terhadap tumbuhan dan menyebabkan penyakit pada perakaran sehingga
menjadi layu dan busuk. Banyak tumbuhan bersimbiosis dengan jamur
bernama mikoriza. Mikoriza meningkatkan kemampuan tumbuhan untuk menyerap
nutrisi dan air. Interaksi antara mikroorganisme tanah dan akar tumbuhan banyak
dikaji dalam ilmu mikrobiologi tanah. Mikroorganisme tanah juga bermanfaat bagi
kehidupan manusia. Salah satunya adalah bakteri actinomycetes yang
menghasilkan antibiotik.
Tanah
adalah tempat hidup bakteri-bakteri penting. Mikroorganisme tanah dapat
menguraikan zat beracun yang berasal dari polusi. Hal ini menjadi dasar
bioremediasi, yaitu penggunaan mikroorganisme untuk mendetoksifikasi dan menguraikan
zat berbahaya dalam lingkungan atau setruktur
tanah. Semua mikroorganisme tersebut adalah biota
tanah yang berfungsi di ekosistem bawah tanah di akar tumbuhan dan sampah
sebagai sumber makanan. Mikrobiologi tanah modern merupakan gabungan ilmu tanah,
kimia, dan ekologi untuk memahami fungsi mikroorganisme dalam ekosistem tanah.
Telah dijelaskan diatas
bahwa mokroorganisma dapat memberi kesuburan tanah, dengan sejumlah cara yang
antara lain adalah :
- dengan pembuuskan bahan-bahan organic atau sisa-sisa jasad hidup yang mati sehingga terbentuk humus,
- dengan membebaskan mineral-mineral terentu dari partikel-partikel tanah sehingga Dpat digunakan oleh tumbuhan untuk pertumbuhsnnya..
- dapat embebaskan sejumlah nutrient dalam bentuk mineral yang terikan dalam bentuk senyawa organic pada tanaman dan hewan yang mati.

- Memgang peranan penting dalam transformasi senyawa nitrogen.
II.2. Ekosistem Tanah
Di permukaan tanah
terdapat mikroorganisme dalam jumlah dan variasi yang banyak. Hal tersebut
karena permukaan tanah mengandung banyak sumber makanan dari tumbuhan dan
hewan. Biota tanah membentuk
sistem berdasarkan energi dan nutrisi yang dihasilkan dari proses dekomposisi tumbuhan dan
hewan. Dekomposer primer adalah bakteri dan jamur.
Mikroorganisme
seperti alga dan lumut kerak adalah koloni yang menghuni permukaan batu.
Kolonisasi organisme ini merupakan proses awal pembentukan tanah yang
diperlukan oleh tumbuhan tingkat tinggi melalui proses dekomposisi oleh decomposer..
Dekomposer mengurai, mendaur ulang energi, karbon, dan nutrisi dalam
tumbuhan dan hewan mati menjadi bentuk yang dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan. Oleh karena
itu, mikroorganisme memegang peran penting dalam proses kehidupan di bumi.
Perubahan bentuk elemen dalam proses dekomposisi dijabarkan pada siklus elemen.
II.3. Jenis-Jenis Mikroorganisme Tanah
1.
Bakteri
Bakteri (dari kata Latin bacterium; jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar
dalam kehidupan di bumi. Beberapa kelompok
bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri. Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas..
Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah, air, udara, dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen), bahkan dalam tubuh manusia. Pada umumnya, bakteri berukuran 0,5-5 μm,
tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm,
yaitu Thiomargarita. Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan
mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.
2.
Virus
Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus bersifat parasit, hal tersebut disebabkan
karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk
hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi
sendiri. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan
pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus akan
diekspresikan menjadi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik
maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.
3.
Jamur
Jamur atau cendawan adalah tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof. Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler. Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa. Hifa dapat membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebut miselium. Reproduksi jamur, ada yang dengan cara vegetatif ada juga dengan cara generatif. Jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya untuk memperoleh makanannya. Setelah itu, menyimpannya dalam bentuk
glikogen. Jamur merupakan konsumen, maka dari itu jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya.
Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit
obligat, parasit fakultatif,
atau saprofit.
4.
Alga
Alga (jamak Algae) adalah sekelompok organisme autotrof yang
tidak memiliki organ dengan perbedaan fungsi yang nyata. Alga bahkan dapat
dianggap tidak memiliki "organ" seperti yang
dimiliki tumbuhan (akar, batang, daun, dan sebagainya). Karena itu, alga pernah digolongkan pula sebagai tumbuhan bertalus. Dalam taksonomi yang banyak didukung para pakar biologi, alga tidak lagi dimasukkan
dalam satu kelompok divisi atau kelas tersendiri, namun dipisah-pisahkan sesuai
dengan fakta-fakta yang bermunculan saat ini. Dengan demikian alga bukanlah
satu kelompok takson tersendiri.
5.
Protozoa
Protozoa secara umum dapat dijelaskan bahwa protozoa
adalah berasal dari bahasa Yunani, yaitu protos artinya
pertama dan zoon artinya hewan. Jadi,Protozoa adalah hewan pertama. Protozoa
merupakan kelompok lain protista eukariotik. Kadang-kadang antara algae dan protozoa kurang jelas perbedaannya.
Kebanyakan Protozoa hanya dapat dilihat di bawah mikroskop.
II.4.
Peranan Mikroorganisme tanah
a.
Siklus Karbon
Pada siklus karbon,
mikroorganisme mengubah sisa-sisa jasad tumbuhan dan hewan menjadi karbon
dioksida dan bahan organik tanah yang disebut humus. Humus meningkatkan
kapasitas tanah untuk menampung air, menyediakan nutrisi bagi tumbuhan, dan
mendukung pembentukan tanah.
Tahap pertama dalam siklus
karbon (fotosintesis) CO bergabung didalm senyawa-senyawa organic oleh jasad
fotoautrotrof seperti tumbuhan hijau, algae, dan bakteri. Tahap berikutnya pada
siklus ini, kemoautotrof yang menggunakan senyawa-senyawa organic. Hewan-hewan
memakan jasad fotoautotrof terutama tumbuhan hijau dan binatang lain, sehingga
dengan peristiwa makan memakan inilah terjadi transfer karbon dioksida dari
jasad yang satu ke jasad yang lain.
b.
Siklus Nitrogen
Nitrogen merupakan salah
satu unsure yang diperlukan oleh semua jasad hidup unutk sintesis.
Mikroorganisme tanah berperan dalam siklus nitrogen. Atmosfer mengandung 80% nitrogen (N2), yaitu bentuk nitrogen yang hanya dapat
digunakan oleh tumbuhan jika diubah dalam bentuk amonia (NH3).
Perubahan bentuk menjadi amonia dilakukan oleh bakteri tanah melalui
proses fiksasi N2 atau oleh manusia (dengan menggunakan pupuk).
Hampir semua nitrogen yang terdapat
dalam tanah berada dalam molekul-molekul organic, terutama dalam
molekul-molekul protein. Yang terkandung dalam jasad hidup. Jika jasad hidup
mati maka terjadi proses perombakan molekul protein menjadi asam-asam amino.

Bakteri tanah juga terlibat
dalam proses denitrifikasi yang mengembalikan oksigen ke atmosfer dengan
mengubah NO3 menjadi N2 atau gas N2O.
Contoh daro bakteri denitrifikasi
antara lain Streptomyces dan Rizhobium

c.
Siklus Sulphur
Mikroorganisme berperan
penting dalam proses daur ulang sulfur, fosfor, besi, dan banyak mikronutrien
lainnya. Sulphur merupakan nutrient tumbuhan yang penting dan dapat ditemukan
dalam beberapa bentuk dialam misalnya: SO4, H2S.
pengubahan sulphur dari sulphur oksidasi
menjadi bentuk lain dialam, biasanya disebabkan olehn kegiatan mikroorganisme
yaitu melalui proses reduksi sulfat dan oksidasi sulphur.
d.
Siklus Karbondioksida
Karbon yang terdapat dalam
senyawa organic berasal dari senyawa
karbondioksida yang disintesis melalui proses fotosintesis. CO2
diatmosfer akan diambil oleh tumbuhan
yang mempunyai klorofil dan bakteri kemosintetik untuk bahan mentah biosintetik sehingga terbentuk
senyawa-senyawa organik

BAB III
Kesimpulan
DAFTAR
PUSTAKA
2.
J. Pelczar Michael dan Chan
E.C.S. 2009, Dasar Dasar Mikrobiologi,
Universitas Indonesia : Jakarta
3.
Hanafiah, Kemas Ali. Dkk. 2003. Ekologi Dan Mikrobiologi Tanah.Jakarta:
Rajawali Perss.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar