Minggu, 06 Mei 2012

kado dari sahabat tercinta


“ Selamat Ulang TahunKunyit ke -18, Semoga Panjang Umur dan Sukses Selalu”
Hem.. kata2 yang membuat ku merasa bahwa aku adalah seorang kunyit yang benar2 ada dalam kehidupan teman teman ku,
yah…. Aneh di dengar karena aku memang di kenal sebagai seorang kunyit dalam pertemanan di masa aku SMA.
Teman-teman ku member kan kado ini sebagai kado ulang tahun ku yang ke 18 tahun…
tak terasa aku telah di beri kenikmatan selama 18 tahun ini. Tangus, tawa, suka, duka, marah, sabar.. semua telah ku nikmati…

Terlebih lagi bahagia yang sangat sangat ku nikmati…
Kebahagiaan yang di beri teman-teman ku sangat luar biasa. Kencur, jahe, dan laos.
Yah mereka teman-teman ku semasa SMA.
jadi kami semua memang rempa-rempah yang bias di katakana luar biasa..

Makan-makan hari ulangtahun ku memang sangat sangat jauh melesat.
Hari ini tanggal  6 mei, yah aku tahu 14 hari sudah terlewatkan.. Tapi, tak apalah… setidaknya aku bersama mereka.
Aku sangat sangat berterimakasih untuk sahabat-sahabat rempah ku ter cinta…

love you forever friends………..

Selasa, 01 Mei 2012

Makalah Mikrobiologi Tanah


Mikrobiologi TerapanMikrobiologi Tanah
.

Akademi Farmasi Pemda Jambi 2011/2012

Dzalika Tanzila
5/1/2012



KATA PENGANTAR

Assalam mualiakum Wr. Wb.
            Puji syukur kehadirat Allah SWT. Karena dengan rahmat dan karunia-Nyalah sehingga penyusunan makalah yang berjudul “Mikrobiologi Tanah.” Ini telah dapat diselesaikan.
            Makalah ini merupakan salah satu tugas pada mata kuliah Mokrobiologi guna mendapatkan nilai yang baik di mata kuliah Mikrobiologi di Akademi Farmasi Jambi Semester II Tahun Akademik 2011-2012.
            Selesainya penyusunan ini berkat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami sampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada :
1.      Yang terhormat Ibu dosen mata kuliah Mikrobiologi ibu Salma
2.      Yang terhormat Bapak dan Ibu dosen Pembimbing Akademik kami di Akademi Farmasi Jambi.
3.      Serta teman-teman yang telah memberikan motivasi kepada kami.
Semoga Allah SWT. Memberikan balasan atas kebaikan yang telah diberikan kepada kami.
            Kami menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang sifatnya konstruktif sangat kami harapkan. Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkompeten. Amin
Wassalam mualaikum Wr.Wb.
                                                                                                 Jambi,


                                                                                                            Tim Penulis



DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I         Pendahuluan
I.I Latar Belakang
I.2 Rumusan Masalah
I.3 Tujuan Penulisan Makalah
I.4 Manfaat penulisan masalah
BAB II        Pembahasan
                    II.1 Mikroorganisme Tanah
                    II.2 Ekosistem Tanah
                    II.3 Jenis-Jenis Mokroorganisme Tanah
                    II.4 Peranan Organisme Tanah
BAB III      Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
Pendahuluan

1.      Latar Belakang
Banyak orang menghubungkan bakteri dengan penyakit atau kerusakan bahan makanan dan mengira bahwa mikroorganisme sebagai jasad harus dihindari dan dikendalikan karna dapat merugikan mereka. Sebenarnya mikroorganisma yang merugikan hanya beberapa saja dari keseluruhannya, karena ternyata banyak mikroorganisme yang berperan penting dalam kehidupan dibumi.
Di tanah terdapat milyaran mikrobia misalnya bakteri, fungi, alga, protozoa, dan virus. Tanah merupakan lingkungan hidup yang amat kompleks. Kotoran dan jasad hewan serta jaringan tumbuhan akan terkubur dalam tanah. Semuanya memberi konstribusi dalam menyuburkan tanah. Proses penyuburan tanah ini dibantu oleh mikrobia. Tanpa mikrobia, semua jasad tidak akan hancur. mikrobia tanah mampu menyeimbangkan kelangsungan hidup di bumi. Jumlah dan jenis mikrobia dalam tanah bergantung pada jumlah dan jenis, kelembaban, tingkat aerasi, suhu, pH, dan pengolahan dapat menambah jumlah mikrobia tanah.
2.    Rumusan masalah
a.       Apa itu mikroorganisme tanah?
b.      Apa yang dimaksud dengan ekosistem tanah?
c.        Apa saja jenis-jenis  organisme tanah?
d.       Apa saja peranan orgamisme tanah?



3.    Tujuan penulisan Makalah
a.       Mengetahui tentang Mikroorganisme tanah
b.      Mengetahu ekosistem Mikroorganisme tanah
c.       Mengetahui jenis-jenis Mikroorganisme tanah
d.      Mengetahui Peranan organism tanah.

4.    Manfaat penulisan makalah
a.       Untuk mengateahui mikroorganisme tanah
b.      Mengetahui tentang ekosistem tanah
c.       Mengetahui jenis-jenis mikroorganisme tanah
a.       Mengetahui peranan mikroorganisme tanah


BABA II
Pembahasan

II.1.  Mikroorganisme  tanah
Tanah merupakan suatu campuran bahan-bahan organik yang padat, misalnya: batu-batuan , mineral, air ,uadara dan jsad hidup beserta produk dari haisil pembusukan
Tanah yang subur mengandung sejumlah binatang-binatang molai dari bentuk mikroskopis, nematoda, serangga, sampai hewan mamalia seperti tikus. tanah banyak mengandung bahan -bahan yang dibutuhkan oleh organisme, karena didalam tanah juga terkandung bahan organik, Didalam tanah juga terjadi interaksi antara tumbuhan dan mikroba yang dapat merugikan atau menguntungkan tumbuhan. Beberapa mikroorganisme tanah bersifat patogenik terhadap tumbuhan dan menyebabkan penyakit pada perakaran sehingga menjadi layu dan busuk. Banyak tumbuhan bersimbiosis dengan jamur bernama mikoriza. Mikoriza meningkatkan kemampuan tumbuhan untuk menyerap nutrisi dan air. Interaksi antara mikroorganisme tanah dan akar tumbuhan banyak dikaji dalam ilmu mikrobiologi tanah. Mikroorganisme tanah juga bermanfaat bagi kehidupan manusia. Salah satunya adalah bakteri actinomycetes yang menghasilkan antibiotik.
  Tanah adalah tempat hidup bakteri-bakteri penting. Mikroorganisme tanah dapat menguraikan zat beracun yang berasal dari polusi. Hal ini menjadi dasar bioremediasi, yaitu penggunaan mikroorganisme untuk mendetoksifikasi dan menguraikan zat berbahaya dalam lingkungan atau setruktur tanah. struktur tanah, kandungan gizi, ketersediaan hara, dan menahan kapasitas air semuanya dipengaruhi oleh, atau tergantung pada, mikroorganisme tanah. Semua mikroorganisme tersebut adalah biota tanah yang berfungsi di ekosistem bawah tanah di akar tumbuhan dan sampah sebagai sumber makanan. Mikrobiologi tanah modern merupakan gabungan ilmu tanah, kimia, dan ekologi untuk memahami fungsi mikroorganisme dalam ekosistem tanah.
Telah dijelaskan diatas bahwa mokroorganisma dapat memberi kesuburan tanah, dengan sejumlah cara yang antara lain adalah :
  1. dengan pembuuskan bahan-bahan organic atau sisa-sisa jasad hidup yang mati sehingga terbentuk humus,
  2. dengan membebaskan mineral-mineral terentu dari partikel-partikel tanah sehingga Dpat digunakan oleh tumbuhan untuk pertumbuhsnnya..
  3. dapat embebaskan sejumlah nutrient dalam bentuk mineral yang terikan dalam bentuk senyawa organic pada tanaman dan hewan yang mati.

  1. Memgang peranan penting dalam transformasi senyawa nitrogen.


II.2. Ekosistem Tanah
Di permukaan tanah terdapat mikroorganisme dalam jumlah dan variasi yang banyak. Hal tersebut karena permukaan tanah mengandung banyak sumber makanan dari tumbuhan dan hewan. Biota tanah membentuk sistem berdasarkan energi dan nutrisi yang dihasilkan dari proses dekomposisi tumbuhan dan hewan. Dekomposer primer adalah bakteri dan jamur.
Mikroorganisme seperti alga dan lumut kerak adalah koloni yang menghuni permukaan batu. Kolonisasi organisme ini merupakan proses awal pembentukan tanah yang diperlukan oleh tumbuhan tingkat tinggi melalui proses dekomposisi oleh decomposer..
Dekomposer mengurai, mendaur ulang energi, karbon, dan nutrisi dalam tumbuhan dan hewan mati menjadi bentuk yang dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan. Oleh karena itu, mikroorganisme memegang peran penting dalam proses kehidupan di bumi. Perubahan bentuk elemen dalam proses dekomposisi dijabarkan pada siklus elemen.
II.3. Jenis-Jenis Mikroorganisme Tanah
1.     Bakteri
Bakteri (dari kata Latin bacterium; jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri. Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas..
Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah, air, udara, dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen), bahkan dalam tubuh manusia. Pada umumnya, bakteri berukuran 0,5-5 μm, tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm, yaitu Thiomargarita. Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.
2.     Virus
Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus bersifat parasit, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus akan diekspresikan menjadi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.
3.     Jamur
Jamur atau cendawan adalah tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof. Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler. Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa. Hifa dapat membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebut miselium. Reproduksi jamur, ada yang dengan cara vegetatif ada juga dengan cara generatif. Jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya untuk memperoleh makanannya. Setelah itu, menyimpannya dalam bentuk glikogen. Jamur merupakan konsumen, maka dari itu jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.
4.     Alga
Alga (jamak Algae) adalah sekelompok organisme autotrof yang tidak memiliki organ dengan perbedaan fungsi yang nyata. Alga bahkan dapat dianggap tidak memiliki "organ" seperti yang dimiliki tumbuhan (akar, batang, daun, dan sebagainya). Karena itu, alga pernah digolongkan pula sebagai tumbuhan bertalus. Dalam taksonomi yang banyak didukung para pakar biologi, alga tidak lagi dimasukkan dalam satu kelompok divisi atau kelas tersendiri, namun dipisah-pisahkan sesuai dengan fakta-fakta yang bermunculan saat ini. Dengan demikian alga bukanlah satu kelompok takson tersendiri.
5.     Protozoa
Protozoa secara umum dapat dijelaskan bahwa protozoa adalah berasal dari bahasa Yunani, yaitu protos artinya pertama dan zoon artinya hewan. Jadi,Protozoa adalah hewan pertama. Protozoa merupakan kelompok lain protista eukariotik. Kadang-kadang antara algae dan protozoa kurang jelas perbedaannya. Kebanyakan Protozoa hanya dapat dilihat di bawah mikroskop.
II.4. Peranan Mikroorganisme tanah
a.     Siklus Karbon
Pada siklus karbon, mikroorganisme mengubah sisa-sisa jasad tumbuhan dan hewan menjadi karbon dioksida dan bahan organik tanah yang disebut humus. Humus meningkatkan kapasitas tanah untuk menampung air, menyediakan nutrisi bagi tumbuhan, dan mendukung pembentukan tanah.
Tahap pertama dalam siklus karbon (fotosintesis) CO bergabung didalm senyawa-senyawa organic oleh jasad fotoautrotrof seperti tumbuhan hijau, algae, dan bakteri. Tahap berikutnya pada siklus ini, kemoautotrof yang menggunakan senyawa-senyawa organic. Hewan-hewan memakan jasad fotoautotrof terutama tumbuhan hijau dan binatang lain, sehingga dengan peristiwa makan memakan inilah terjadi transfer karbon dioksida dari jasad yang satu ke jasad yang lain.


b.     Siklus Nitrogen
Nitrogen merupakan salah satu unsure yang diperlukan oleh semua jasad hidup unutk sintesis. Mikroorganisme tanah berperan dalam siklus nitrogen. Atmosfer mengandung 80% nitrogen (N2), yaitu bentuk nitrogen yang hanya dapat digunakan oleh tumbuhan jika diubah dalam bentuk amonia (NH3).
Perubahan bentuk menjadi amonia dilakukan oleh bakteri tanah melalui proses fiksasi N2 atau oleh manusia (dengan menggunakan pupuk). Hampir semua nitrogen yang terdapat dalam tanah berada dalam molekul-molekul organic, terutama dalam molekul-molekul protein. Yang terkandung dalam jasad hidup. Jika jasad hidup mati maka terjadi proses perombakan molekul protein menjadi asam-asam amino.
Bakteri tanah juga terlibat dalam proses denitrifikasi yang mengembalikan oksigen ke atmosfer dengan mengubah NO3 menjadi N2 atau gas N2O.
NO3                    NO2                N2O                     N2
Contoh daro bakteri denitrifikasi antara lain Streptomyces dan Rizhobium
                                        
c.     Siklus Sulphur
Mikroorganisme berperan penting dalam proses daur ulang sulfur, fosfor, besi, dan banyak mikronutrien lainnya. Sulphur merupakan nutrient tumbuhan yang penting dan dapat ditemukan dalam beberapa bentuk dialam misalnya: SO4, H2S. pengubahan sulphur  dari sulphur oksidasi menjadi bentuk lain dialam, biasanya disebabkan olehn kegiatan mikroorganisme yaitu melalui proses reduksi sulfat dan oksidasi sulphur.
d.     Siklus Karbondioksida
Karbon yang terdapat dalam senyawa organic berasal dari  senyawa karbondioksida yang disintesis melalui proses fotosintesis. CO2 diatmosfer akan diambil  oleh tumbuhan yang mempunyai klorofil dan bakteri kemosintetik untuk bahan mentah biosintetik sehingga terbentuk senyawa-senyawa organik


BAB III
Kesimpulan


DAFTAR PUSTAKA
2.     J. Pelczar Michael dan Chan E.C.S. 2009, Dasar Dasar Mikrobiologi,  Universitas Indonesia : Jakarta
3.     Hanafiah, Kemas Ali. Dkk. 2003. Ekologi Dan Mikrobiologi Tanah.Jakarta: Rajawali Perss.