Rabu, 25 Januari 2012

carita indah di masa lalu

Cerita indah di masa lalu.
Bagi orang yang telah mengalami cerita indah di masa lalu, maka tak seutuhnya mereka bahagia karena hal itu. Meskipun demikian banyak pula orang-orang yang mampu memetik kebahagiaan itu dengan rasa yang sangat puas. Mengapa demikian?
Cerita indah di masa lalu akan terus menjadi semangat bagi orang-orang yang memiliki energy positif. Ia akan terus mengenanang cerita indah indah itu untuk orang di sekitarnya, anak cucunya karena iya mampu membuat sejarah indah dalam masanya.
Indah bukan berarti mampu membuat orang puas. Keindahan cerita itu mampu di benci oleh pemeran utamanya. Akan ada rasa menyesal karena telah meninggalkannya. Akan ada rasa berharap agar cerita itu terulang lagi. Bahkan ada yang memang membenci cerita itu karena mampu membuatnya terus dan terus berharap. Membenci cerita indah itu untuk mendapatkan cerita indah lagi.
Seindah apapun cerita di masalalu itu memang benar tak patut di benci, syukuri keindahan yang ada dalam cerita itu mempu menuntu dalam rangkaian cerita indah baru. Bukan berarti berusaha agar cerita indah di masalalu dapat terulang. Hilangkan harapan-harapan seperti itu, hanya jadikan kepuasan dalam hidup karena memilika nya.
Cerita indah di masa lalu akan berubah menjadi cerita pahit jika kita mengingatnya. Kirikil-krikil dalam cerita indah itu yang semakin membuat cerita indah itu menjadi suatu kepahitan. Mengalami cerita indah itu bersama orang-orang yang berperan di dalamnya membuat rasa semakin pahit. Karena baru tersadar pemeran itu tak lagi bersama, Pemeran itu telah pergi dengan berakhirnya cerita itu.
Simpan cerita indah mu dalam folder cantik di memori ingatan, jangan benci cerita indah yang di anggap cerita pahit. Maka syukuri hal itu telah dapat di rasakan, karena masa depan belum menjamin cerita indah akan menunggu lagi..

Kamis, 19 Januari 2012

cerita indah

Crita indah itu tidak selalu berjalan mulus bukan?

Cerita itu indah karena adanya kerikil sebagai sandungan yang mampu menambah goresan warna menarik dalam sebuah kisah bukan? Kisah itu membutuhkan air mata untuk membuat air mata kagum itu keluar. Kisah itu butuh lelucon untuk membuat tawa penikmatnya. Cerita itu harus mampu membuat nilai-nilai baik yang harus dapat di kantongi oleh penikmatnya.

Cerita indah biasa pun tetap harus mengeluarkan air mata. Air mata itu tidak jatuh tanpa alasan, meski alasa itupun merupakan suatu kesalahan yang benar-benar bodoh. Harus melepaskan hal indah karena tak mampu bertahan menahan rasa ketidakmampuan yang cukup medalam. Itulah pilihan berat.

Memilih antara terlalu letih untuk bertahan, atau terlalu berharga untuk melepaskan, itu sulit. Meskipun pilihan jatuh pada “melepaskan”, tapi pilihan “bertahan” secara otomatis tidak akan tersingkir. Ini belum mencapai keindahan. Pasti ada kesalahan dalam suatu pertahanan itu,

Dalam suatu perjalanan tentunya ada masalah. Orang selalu bilang “di balik semunya pasti ada hikmahnya”. Ternyata masalah itu lah yang mampu membuat harapan tentang adanya hikmah, tentang adanya pilihan untuk bertahan lagi.

Kepintaran tak cukup mampu untuk mendapatkan gandengan dari cerita indah. Kaindahan fisik pun lebih berpeluang kecil atau mungkin memang berpeuang besar untuk mencapai suatu cerita indah. Indah itu biasanya berdampingan dengan kebaikan, namun kebaikan tulus dari seseorang pun masih sangat jauh bahkan mampu membuat cerita indah itu semakin jauh. Karena tak semua orang mampu menerima kebaikan tulus dengan sambutan tulus pula. Sambutan itu lah yang mampu membuatnya jauh bahkan semakin jauh.

Begitu banyak yang sakit dalam mencari cerita indah itu untuk mampu mendapatkan rasa kepuasan, namun dalam perjalan panjanag pun, dalam jungkir balik mendapatkan masalah pun belum dapat menjanjikan. Jadi di mana cerita indah itu mampu di pungut?

Rabu, 18 Januari 2012

perkenalkan saya


Saya Dzalika Tanzila, tepat pada 23 april 17 tahun yang lalu saya menjadi seorang anak sulung dari kedua orang tua saya. Saat ini saya merupakan seorang mahasiswa di kampus Akademi Farmasi Pemda Kota Jambi. keinginan terbesar saya itu pada dasarnya ada di bidang seni, apapun itu. saya gemar menikmati seni grafis (disigne), musik, tari, dan saya juga sangat menyukai seni menulis. berhubung semua karya seni tersebut membutuhkan keahlian yang sangat baik dan saya hanya mampu menggemari namun tidak memiliki keahlian, maka saya mencoba belajar untuk memulai sebuah seni menulis.

Postingan pertama saya masih belum mendapatkan focus tujuan tentang topic isi blog ini. Dalam menuliskan posting  pertama ini, saya baru mampu merasakan bahwa kegiatan menulis itu bukan hal mudah, bias dikatakan ini adalah kegiatan ringan namun sulit. Saat menulis saya bahkan sering menekan tombol delet pada keyboard, karena begitu banyak rangkaian kata yang harus di rangkai ulang agar mampu menghasilkan tulisan baik. Meskipun demikian setelah beban menulis mampu saya rasakan, saya cukup puas dengan hasil pertama saya ini.